Site icon monotoneminimal.com

Vaksinasi Campak oleh PAPDI Lebih Hemat dibandingkan Wabah

[original_title]

Monotoneminimal.com – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menegaskan bahwa peningkatan cakupan vaksinasi campak dan edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini di Indonesia. Vaksinasi dianggap sebagai investasi jangka panjang yang jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus ditanggung saat terjadi wabah.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, menekankan perlunya kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, serta masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit. Ia mencatat bahwa biaya vaksin yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp300.000 – Rp600.000 per dosis, jauh lebih kecil dibandingkan dampak finansial dan sosial yang timbul akibat wabah campak.

Dalam penjelasannya, Sukamto menyatakan bahwa dampak wabah tidak hanya menimbulkan biaya perawatan rumah sakit yang tinggi, tetapi juga berpotensi mengurangi produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui vaksinasi menjadi sangat penting. PAPDI juga mencatat bahwa saat ini, lebih dari 6.300 dokter spesialis penyakit dalam di seluruh Indonesia siap berperan sebagai agen edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

Rendahnya cakupan imunisasi, kata Sukamto, memberikan peluang bagi virus untuk menyebar. Oleh karena itu, PAPDI mendorong para tenaga kesehatan untuk berperan sebagai komunikator yang aktif dan persuasif, agar masyarakat tidak ragu dalam melakukan vaksinasi. Dengan pemahaman yang jelas, diharapkan masyarakat lebih termotivasi untuk melindungi diri dan mencegah krisis kesehatan di masa depan.

Exit mobile version