Monotoneminimal.com – Universitas Bengkulu (Unib) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah meluncurkan program pengolahan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Inisiatif ini dimaksudkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan.
Ketua Tim Pengabdian Berbasis Riset LPPM Unib, Prof. Mochamad Ridwan, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa selama ini sabut kelapa masih dianggap limbah, padahal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti geo-textile dan briket. Melalui aktivitas ini, masyarakat akan mendapatkan pelatihan dan bimbingan teknis dalam memisahkan serat dan serbuk sabut.
Program ini juga berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Mandiri Indonesia dan Otonom (APMIKIMMDO), yang berperan sebagai mitra dalam pengembangan pelatihan. Prof. Ridwan mencatat bahwa Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki luas penanaman kelapa sekitar 1.222 hektare, di mana sekitar 266 hektare berada di Kecamatan Pondok Kelapa. Tanaman kelapa yang ada selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan produk Virgin Coconut Oil (VCO).
Pengolahan limbah ini diharapkan dapat membantu mengurangi masalah limbah di kawasan pesisir dan memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Dalam rencana ke depan, kegiatan pengolahan sabut kelapa diharapkan dapat terus berlanjut, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sekretaris APMIKIMMDO, Cici Handayani, juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang telah dilakukan Unib pada 2025.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1000896908.jpg)