Monotoneminimal.com – Tidur dengan lampu menyala dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, menurut penelitian terbaru. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa paparan cahaya saat tidur, baik itu dari lampu maupun perangkat elektronik, dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan kardiovaskular mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh Northwestern University dan dipublikasikan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menunjukkan bahwa cahaya dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang menyebabkan peningkatan detak jantung meskipun seseorang sedang beristirahat. Hal ini dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras pada saat yang seharusnya digunakan untuk pemulihan.
Selain itu, tidur dalam kondisi terang juga dapat meningkatkan resistensi insulin, yang berhubungan dengan gangguan metabolisme tubuh. Orang yang tidur dengan cahaya terang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2, yang pada akhirnya dapat memperburuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Gangguan pada ritme sirkadian juga menjadi masalah serius, di mana cahaya dapat menekan produksi hormon melatonin yang diperlukan untuk mengatur siklus tidur. Ini mengakibatkan tubuh tetap “terjaga” dan mengganggu potensi jantung untuk menurunkan tekanan darah saat tidur nyenyak.
Paparan cahaya juga berkorelasi dengan penurunan kualitas tidur yang signifikan. Ketika otak tidak dapat mencapai fase tidur yang dalam, risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi meningkat, karena tubuh gagal melakukan perbaikan seluler secara optimal.
Para ahli merekomendasikan agar semua sumber cahaya dimatikan saat tidur. Jika pencahayaan diperlukan, disarankan untuk menggunakan lampu redup berwarna amber atau merah untuk mengurangi stimulasi pada otak. Dengan langkah-langkah ini, individu dapat menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas tidur mereka.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1769354348_0808a60fd39a50d5f9a2.jpg)