Monotoneminimal.com – Amerika Serikat (AS) telah memulai evakuasi tentara dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah, menyusul kekhawatiran bahwa pangkalan-pangkalan tersebut bisa menjadi target serangan Iran jika konflik bersenjata terjadi. Evakuasi ini, menurut sumber dari Pentagon, dilaksanakan dalam konteks ancaman yang meningkat terhadap keselamatan pasukan yang berada di wilayah tersebut.
Laporan yang dipublikasikan oleh New York Times mengungkapkan bahwa ratusan tentara AS telah dipindahkan dari pangkalan Al Udeid di Qatar. Selain itu, penarikan serupa juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, seperti Bahrain, Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab, yang semuanya menampung tentara AS sebagai bagian dari operasi militer di kawasan itu.
Para pejabat Pentagon mengungkapkan keprihatinan bahwa antara 30.000 hingga 40.000 pasukan AS yang ada di Timur Tengah berpotensi dijadikan sasaran oleh Republik Islam Iran. Namun, mereka tidak menginformasikan lokasi baru bagi tentara yang dievakuasi tersebut.
Sementara itu, misi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan peringatan bahwa jika AS melancarkan serangan, maka semua pangkalan dan fasilitas milik AS di kawasan tersebut akan menjadi target yang sah. Peringatan ini dikemukakan melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Dalam konteks ini, para pejabat memahami bahwa dinamika konflik saat ini kemungkinan akan berbeda dibandingkan insiden serangan terhadap Al Udeid pada Juni 2025, di mana Iran sebelumnya memberi tahu AS mengenai serangan tersebut. Pentagon tampaknya sedang menghadapi tantangan signifikan dalam memitigasi risiko bagi pasukannya di tengah gejolak yang meningkat di wilayah Timur Tengah.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/takut-diserang-iran-tentara-as-ramairamai-hengkang-dari-pangkalan-di-timur-tengah-dvc.jpg)