Monotoneminimal.com – SMA Karasuno menghadapi tantangan berat dalam pertandingan melawan SMA Date Tech, yang dikenal sebagai “Tembok Besi” di dunia bola voli tingkat SMA di Miyagi. Karasuno, tim yang mengandalkan serangan cepat dan agresif, memiliki rivalitas panjang dengan Date Tech, yang selalu berhasil menahan lajunya.
Kekalahan menyakitkan Karasuno dari Date Tech di turnamen Inter-High sebelumnya membuat tim ini kehilangan kepercayaan diri. Saat itu, mereka gagal memasukkan bola ke sisi lawan dan pulang lebih awal. Setahun kemudian, dalam babak kedua turnamen Musim Semi, Karasuno mencatatkan kemenangan penting. Dengan skor 25-19 dan 25-22, mereka harus memanfaatkan kombinasi taktik baru untuk mengatasi pertahanan kokoh Date Tech.
Salah satu yang membuat Date Tech sulit ditaklukkan adalah sistem pertahanan mereka yang disebut Read Block. Berbeda dengan banyak tim yang melakukan Commit Block, Date Tech menunggu hingga setter lawan melepas bola sebelum melakukan reaksi, menciptakan tembok pertahanan yang sulit ditembus. Taktik ini membuat serangan tipu dari pemain Karasuno, seperti Shoyo Hinata, sering kali gagal.
Pemain kunci juga memengaruhi jalannya pertandingan. Takanobu Aone dari Date Tech menjadi blocker yang menakutkan, sementara Asahi Azumane memainkan peran vital di Karasuno sebagai ace yang harus terus menembus pertahanan lawan. Kenji Futakuchi pun berfungsi sebagai pemimpin serangan bagi Date Tech, memanfaatkan celah di pertahanan Karasuno.
Kesulitan Karasuno dalam mengalahkan Date Tech tidak hanya dipengaruhi oleh teknik, tetapi juga perbedaan gaya bermain. Date Tech yang mengedepankan struktur defensif yang kukuh, mampu meredam kecepatan Karasuno, menghasilkan kemenangan yang lebih berarti bagi tim ini. Kemenangan di pertandingan terakhir menjadi bukti bahwa Karasuno tidak hanya berjuang secara fisik, tetapi juga mental untuk bangkit dari kegagalan.