Monotoneminimal.com – Kehadiran singa liar di alam kini terancam, dengan hanya sekitar 23.000 ekor yang masih tersisa di Afrika. Penurunan ini signifikan, mengingat spesies ini kini hanya menduduki 6% dari wilayah sebaran historis mereka setelah punah di banyak area di Afrika, Eropa, dan Asia. Tanzania menjadi habitat utama bagi singa, namun populasi di Afrika Barat dan Tengah mengalami penurunan yang tajam.
Di India, populasi singa Asia berhasil pulih hingga mencapai 891 ekor berkat upaya konservasi yang intensif. Singa dulunya tersebar di banyak lokasi di Afrika, Eropa, dan Timur Tengah, tetapi saat ini mereka sebagian besar terfragmentasi, dengan populasi utama terletak di sub-Sahara Afrika dan satu populasi kecil di India barat.
Hari Singa Sedunia yang diperingati setiap 10 Agustus mengingatkan kita akan penurunan populasi predator ikonik ini serta keberhasilan dan tantangan dalam upaya pelestarian. Menghitung jumlah pasti singa yang tersisa bukanlah hal yang mudah. Sementara India memiliki metode penghitungan yang terkoordinasi, Afrika tidak memiliki sensus menyeluruh yang mencakup seluruh benua.
Menurut Lion Recovery Fund, yang berbasis pada data dari African Lion Database milik IUCN Cat Specialist Group, diperkirakan ada antara 22.000 hingga 25.000 ekor singa dewasa dan sub-dewasa di Afrika pada tahun 2025. Jumlah ini masih diragukan karena hanya sebagian kecil wilayah sebaran singa yang telah disurvei secara sistematis. IUCN melaporkan bahwa singa kini menempati area seluas sekitar 566.675 kilometer persegi, jumlah yang sangat jauh dari wilayah jelajah historisnya. Sebagian besar dari 16 negara Afrika juga telah kehilangan populasi singa mereka, termasuk Mesir dan Maroko, dan kini hanya tersisa di Gujarat, India.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/berapa-banyak-singa-yang-tersisa-di-alam-liar-lvn.jpg)