Monotoneminimal.com – Ribuan demonstran tewas di Iran sejak protes pecah pada akhir Desember 2022. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengonfirmasi bahwa “beberapa ribu” warga telah kehilangan nyawa dalam unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh keluhan ekonomi di pusat kota Teheran. Protes tersebut kemudian meluas ke berbagai kota di Iran.
Pernyataan Khamenei menyimpang dari sikapnya yang biasanya menghindari pengakuan mengenai jumlah korban tewas dalam konflik sebelumnya. Konflik ini diiringi dengan berbagai narasi yang berbeda dari pemerintah Iran, oposisi yang berbasis di luar negeri, serta Presiden Amerika Serikat yang memprediksi dampak kerusuhan ini ke depan.
Protes dimulai pada 28 Desember, mencerminkan kemarahan dan frustrasi yang lebih luas terhadap pemerintah. Malam paling mematikan terjadi pada 8 dan 9 Januari, dengan banyak laporan yang menegaskan korban ditembak dari jarak dekat, terutama di bagian tubuh vital seperti dada dan kepala. Informasi ini disampaikan oleh Abbas Masjedi Arani, kepala otoritas pemeriksa medis Iran, yang menggambarkan adanya luka yang fatal.
Sebagian besar demonstran dikabarkan adalah pemuda Iran berusia 20-an, yang menunjukkan keterlibatan anak muda dalam gerakan protes ini. Pihak berwenang juga melakukan pemutusan akses komunikasi dan internet selama kerusuhan, yang memperburuk situasi darurat bagi para korban.
Hingga kini, setelah hampir dua minggu pemadaman, kondisi tetap tidak menentu, dengan masyarakat Iran yang berjumlah sekitar 90 juta masih menantikan jelasnya situasi di masa depan. Keterputusan komunikasi dan informasi semakin memperumit keadaan, meninggalkan rakyat dalam ketidakpastian.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/siapa-yang-membunuh-ribuan-demonstran-di-iran-wbx.jpg)