Monotoneminimal.com – Mantan Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, menanggapi gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, Indonesia harus bersiap menghadapi dampak yang mungkin timbul akibat ketidakberhasilan tersebut.
Ma’ruf Amin menyatakan, gagalnya perundingan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada 11 April 2026, disebabkan oleh kepentingan yang tidak selaras antara kedua negara. Ia berpendapat bahwa jika kepentingan yang dibahas adalah untuk kebaikan bersama, seharusnya tidak ada kegagalan dalam mencapai kesepakatan. “Ketika terjadi kegagalan, itu menunjukkan adanya kepentingan terselubung yang menghalangi solusi damai,” ungkapnya di Jakarta Pusat.
Ia juga menggarisbawahi bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat memberikan dampak signifikan bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Ma’ruf Amin menilai bahwa jika kedua pihak serius ingin menghindari konsekuensi negatif dari konflik, seharusnya mereka dapat menemukan jalan keluar yang konstruktif.
“Semua negara pasti akan merasakan dampak dari situasi ini. Oleh karena itu, kita harus bersiap menghadapi segala kemungkinan yang muncul akibat ketegangan ini,” tambahnya.
Sebelumnya, perundingan yang berlangsung selama 21 jam itu tidak mencapai kesepakatan positif karena kedua belah pihak terjebak dalam dua isu utama yang berbeda pandangan. Meskipun beberapa poin telah disepakati, ketidaksesuaian ini menyebabkan perundingan berakhir tanpa hasil yang diharapkan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/negosiasi-damai-asiran-gagal-maruf-amin-kita-harus-siap-hadapi-dampak-apa-pun-ctv.jpg)