Monotoneminimal.com – Harga minyak dunia menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat, 30 Oktober, dengan kenaikan bulanan keempat berturut-turut. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai pasokan energi global, terkhusus terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Insiden serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz menambah risiko gangguan dalam distribusi minyak dari kawasan Teluk.
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menjelaskan bahwa pasar minyak semakin gelisah menjelang pemilihan paruh waktu di AS. Investor dan analis memperkirakan potensi serangan AS terhadap Iran bisa berlanjut pasca pemilu, yang menambah ketidakpastian di pasar. Pada pukul 12.36 GMT, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik USD 2,26 atau 2% menjadi USD 117,14 per barel. Sementara kontrak Brent untuk pengiriman Januari juga menunjukkan kenaikan menjadi USD 113,10 per barel. Selain itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan kenaikan sebesar USD 1,94 atau 1,9% menjadi USD 103,94 per barel.
Kekhawatiran ini semakin diperparah setelah laporan mengenai serangan yang menargetkan kapal tanker di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dari kawasan tersebut. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi kejadian, tetapi belum menegaskan siapa yang bertanggung jawab. Sumber maritim menyebutkan insiden itu sebagai serangan pertama yang berhasil menggunakan ranjau magnetik sejak pecahnya konflik AS-Iran pada Februari.
Saul Kavonic, Kepala Riset Energi MST Marquee, menyoroti bahwa ketegangan di sekitar Selat Hormuz dan kurangnya kemajuan diplomatik membuat harga minyak tetap tinggi karena pasar menghitung kemungkinan konflik yang akan meningkat dalam waktu dekat. Analis UBS, Giovanni Staunovo, juga menekankan bahwa risiko gangguan pasokan masih tetap ada, sementara pejabat Iran menunjukkan pesimisme atas pencapaian kesepakatan dengan AS dalam waktu singkat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/selat-hormuz-kembali-memanas-harga-minyak-dunia-tembus-usd117-per-barel-ipf.jpg)