Monotoneminimal.com – Perayaan Idul Fitri tahun ini terasa berbeda bagi masyarakat Aceh, yang masih dilanda duka pasca-banjir besar pada November 2025. Banyak warga yang kehilangan tempat pulang, menjadikan momen kemenangan ini sebagai pengingat pahit akan bencana yang terus melanda. Indonesia, yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, sering kali menghadapi bencana hidrometeorologi dan geologi. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa semua wilayah di Indonesia mempunyai kerawanan tinggi terhadap bencana.
Bencana bukanlah hal baru bagi Aceh, yang masih mengingat tsunami 2004 dan gempa Pidie Jaya 2016. Meskipun pemerintah berusaha memulihkan infrastruktur dengan memperbaiki jalan dan jembatan, masalah pendidikan tetap menjadi perhatian utama. Banyak anak kehilangan rutinitas belajar, sementara guru-guru juga menjadi korban, menciptakan kebutuhan mendesak untuk pendidikan darurat guna mencegah generasi yang hilang.
Internasional, beberapa negara telah menunjukkan praktik terbaik dalam pemulihan pendidikan pasca-bencana. Contohnya, Jepang dan Selandia Baru dengan cepat mendirikan sekolah darurat dan memberikan dukungan psikososial kepada siswa. Namun, Indonesia masih berjuang dengan respons yang tidak optimal. Meskipun telah ada kebijakan pendidikan darurat, sering kali pelaksanaannya tidak merespons kebutuhan konkret siswa.
Di tengah tantangan tersebut, komunitas sipil berperan penting dalam mendukung pendidikan. Yayasan Sukma menginisiasi program pendidikan darurat, melibatkan para relawan dengan pelatihan khusus. Cerita inspiratif seorang relawan yang memilih bangkit meski masih dalam keadaan sulit menunjukkan bahwa harapan dan solidaritas bisa tumbuh di tengah krisis.
Kini, setelah memasuki bulan keempat pasca-banjir, langkah pemulihan pendidikan masih terasa lambat. Pemerintah perlu mengaktifkan protokol pendidikan darurat dan alokasi dana untuk memastikan bahwa pendidikan tidak terhenti, serta memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental guru. Banjir Aceh adalah ujian ketahanan dan kepedulian bangsa, di mana tindakan nyata lebih berharga daripada sekadar janji.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1773599876_ba3c3f3be7cb2524d5ba.jpg)