Monotoneminimal.com – PT Saka Energi Indonesia (SAKA), bagian dari Subholding Gas Pertamina, telah menyelesaikan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah, yang terletak di perairan Jawa Timur. Proses pemboran dimulai pada 12 Oktober 2025 dan berhasil diselesaikan pada 28 Desember 2025, menggunakan Rig Jack Up SinoOcean Peace. Hasil uji pada 29 Maret 2026 menunjukkan sumur ini mampu menghasilkan 2.443 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,72 juta standar kaki kubik gas (MMSCFD) per hari.
Direktur Operasi SAKA, Achmad Agus Miftakhurrohman, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan WK Pangkah. Keberhasilan ini mengikuti pemboran sumur SID-05, yang sebelumnya juga berhasil dioperasikan. Menurut Achmad Agus, kinerja produksi yang positif menegaskan potensi Lapangan Ujung Pangkah yang terus berkontribusi bagi kebutuhan energi nasional.
Pemboran UPA-17ST merupakan pemboran dengan jangkauan terpanjang dalam kategori extended reach drilling (ERD), memungkinkan akses ke cadangan hidrokarbon jauh dari fasilitas produksi. SAKA juga memanfaatkan teknologi canggih serta teknik stimulasi reservoir untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan aliran hidrokarbon. Proyek ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan infrastruktur yang ada serta mendukung target lifting pemerintah.
Hasil yang lebih baik dari target awal menunjukkan efektivitas perencanaan dan kolaborasi yang solid dari seluruh tim SAKA dan mitra. Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi dari SKK Migas, yang optimis bisa meningkatkan produksi migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan rasa syukur atas hasil positif dari kegiatan pemboran ini, yang diharapkan dapat mengukuhkan kontribusi WK Pangkah dalam pasokan energi nasional.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/SAKA-anjungan-WK-Pangkah.jpeg)