Monotoneminimal.com – Gelaran ekshibisi tenis bertajuk “Battle of the Sexes” yang mempertemukan Aryna Sabalenka, petenis putri nomor satu dunia, dengan Nick Kyrgios dari Australia, resmi berakhir di Coca-Cola Arena, Dubai. Pertandingan ini diakhiri dengan skor 6-3, 6-3 untuk Kyrgios. Meskipun promosi laga ini menjanjikan sebuah duel bersejarah, banyak pihak menilai bahwa pertandingan ini gagal memenuhi ekspektasi yang diharapkan, lebih terkesan sebagai hiburan semata.
Dalam pertandingan tersebut, atmosfer kompetitif tampak minim. Di set kedua, Sabalenka bahkan meminta waktu istirahat untuk berjoget Macarena, menunjukkan bahwa acara ini lebih berfokus pada hiburan daripada persaingan yang intens. Sabalenka, yang baru saja dinobatkan sebagai petenis terbaik tahun 2024, berupaya menepis kritik tersebut dengan menyatakan bahwa acara ini justru membawa perhatian lebih kepada tenis wanita.
Di sisi lain, Nick Kyrgios menganggap laga ini sebagai latihan menjelang comeback resminya ke ATP Tour pada tahun 2026 setelah cedera. Ia menilai Sabalenka sebagai lawan yang hebat dan menganggap acara tersebut membawa dampak positif bagi dunia tenis.
Sementara itu, kritik muncul dari berbagai pengamat yang membandingkan acara ini dengan pertandingan legendaris antara Billie Jean King dan Bobby Riggs. Beberapa menilai bahwa ini bukanlah perwakilan yang tepat dari kompetisi tenis yang serius. Dengan kehadiran figur publik seperti Ronaldo dan Kaka, suasana di arena yang mampu menampung 17.000 penonton terkadang terasa kurang meriah. Diskusi mengenai keberlanjutan format ekshibisi semacam ini dalam dunia tenis pasti akan terus berlanjut setelah acara berakhir.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1766966307_c2d811c293c01dd62d3a.jpg)