Monotoneminimal.com – Rusia menyebut ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait pengambilalihan Greenland sebagai situasi yang luar biasa. Pemerintah Moskow mengungkapkan bahwa mereka tetap memantau perkembangan tersebut secara intensif. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam pernyataannya pada 17 Januari 2026, menekankan bahwa situasi ini memiliki implikasi signifikan dalam konteks hukum internasional.
Trump, selama beberapa waktu terakhir, telah mengungkapkan keinginannya untuk menguasai Greenland, wilayah otonom milik Denmark, yang tercetus setelah aksi militer AS di Venezuela. Menurut Trump, penguasaan Greenland menjadi penting untuk keamanan nasional Amerika, serta sebagai langkah strategis dalam menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari Rusia dan China.
Peskov menambahkan bahwa Trump telah menyatakan bahwa hukum internasional tidak menjadi prioritasnya, yang menunjukkan pergeseran dalam kebijakan luar negeri AS. Rusia, di sisi lain, tetap menghormati kedudukan Greenland sebagai bagian dari Kerajaan Denmark, dan akan terus memantau perkembangan situasi ini.
Perkembangan ini menggambarkan ketegangan yang terus berlangsung dalam hubungan internasional, khususnya antara AS dan Rusia. Seiring berjalannya waktu, banyak pihak yang menunggu langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh AS terkait rencananya terhadap Greenland, seiring dengan reaksi dari masyarakat internasional terhadap potensi eskalasi yang dapat terjadi akibat tindakan tersebut.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/rusia-sebut-ancaman-as-caplok-greenland-luar-biasa-akui-terus-pantau-situasi-hxz.jpg)