Monotoneminimal.com – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah sebesar 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.424 per dolar AS. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran, yang menciptakan ketidakpastian di pasar.
Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menjelaskan, sentimen pasar masih rapuh akibat insiden militer yang terjadi pada Senin, 4 Mei. Dalam peristiwa tersebut, pasukan AS dan Iran terlibat kembali dalam konflik, di mana angkatan bersenjata AS melepaskan tembakan ke dua kapal sipil yang sedang berlayar dari Oman menuju Iran, mengakibatkan lima korban jiwa.
Menurut laporan dari Komando Pusat AS (CENTCOM), terjadi serangan terhadap kapal perang dan komersial yang dipicu oleh tembakan rudal dari Iran. Namun, stasiun televisi pemerintah Iran membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa Iran hanya berupaya mencegah kapal-kapal AS memasuki wilayah mereka.
Ibrahim menekankan bahwa eskalasi konflik ini secara efektif menandai berakhirnya gencatan senjata yang sudah rapuh, meningkatkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan yang berkepanjangan. Sementara itu, dari sisi ekonomi domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh mobilitas masyarakat selama libur nasional serta kebijakan pemerintah yang mendukung konsumsi.
Dalam perkembangan terbaru, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menunjukkan penurunan, menyentuh angka Rp17.425 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.368. Diharapkan langkah-langkah kebijakan yang diambil pemerintah dapat memperkuat kembali stabilitas ekonomi dan kurs rupiah ke depannya.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/Penjualan-mata-uang-dolar-AS-100425-Irp-3.jpg)