Site icon monotoneminimal.com

Rupiah Menguat Satu Minggu, Upaya Tingkatkan Ekspor Manufaktur

[original_title]

Monotoneminimal.com – Selama sepekan antara 8 hingga 13 Juni 2026, berbagai peristiwa ekonomi menonjol, termasuk penguatan nilai tukar rupiah dan langkah pemerintah dalam pengembangan pasar ekspor industri. Pada penutupan perdagangan Jumat, nilai tukar rupiah menguat 129 poin atau 0,71 persen, menjadi Rp17.860 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di Rp17.989 per dolar AS. Josua Pardede, Kepala Ekonom Permata Bank, menjelaskan bahwa penguatan ini dipicu oleh sentimen domestik positif yang meredakan kekhawatiran pasar terkait fiskal.

Dalam acara di Istana Kepresidenan, Presiden Prabowo Subianto menerima hasil kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil survei ini menunjukkan dampak positif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertemuan ini dipimpin oleh Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama anggota lainnya, termasuk ekonom senior Chatib Basri.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan bahwa minyak goreng rakyat, Minyakita, tidak akan lagi menjadi bagian dari program bantuan pangan pemerintah. Ia menyatakan seluruh pasokan akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pasar.

Sebagai bagian dari penyesuaian harga, Pertamina mengumumkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni, dengan harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya meningkatkan porsi pasar ekspor industri manufaktur dari 20 persen menjadi 30 persen. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, meskipun ada peningkatan di sektor ekspor, komposisi penjualan produk masih didominasi oleh pasar domestik yang menyerap sekitar 80 persen kebutuhan.

Exit mobile version