Monotoneminimal.com – Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa nilai tukar rupiah masih terkendali meskipun terdapat kekhawatiran pasar terkait potensi jatuhnya kurs hingga mencapai Rp21.000 per dolar Amerika Serikat. Hal ini terkait dengan sentimen negatif terhadap kondisi tata kelola pasar modal nasional. Destry mengungkapkan bahwa ketahanan mata uang domestik masih didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat serta mekanisme pasar yang berfungsi secara wajar.
Dalam keterangannya setelah acara Rapat Pimpinan Nasional Kadin di Jakarta, pada Kamis (29/10), Destry menyatakan bahwa situasi volatilitas rupiah saat ini mencerminkan dinamika pasar terbuka yang dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, dan persepsi pelaku pasar. “Kami di Bank Indonesia bertugas menjaga stabilitas rupiah. Jika melihat fundamental ekonomi kita, kondisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan dengan negara-negara sejenis,” ujar Destry.
Otoritas moneter menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar saat ini adalah bagian dari fluktuasi yang wajar dalam pasar bebas, yang sangat bergantung pada dinamika permintaan dan penawaran. Destry juga menyampaikan data dan grafik yang menunjukkan bahwa indikator makroekonomi Indonesia masih berada dalam rentang aman jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.
Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran yang berkembang di kalangan pengusaha dan pejabat pemerintah mengenai potensi jatuhnya nilai tukar. Dengan tetap percaya pada fundamental ekonomi yang stabil, BI berusaha memahami dan mengantisipasi sentimen pasar sambil menjaga nilai tukar tetap stabil.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/kejatuhan-rupiah-ke-rp21-ribu-per-dolar-as-di-depan-mata-gubernur-bi-buka-suara-ljl.jpg)