Monotoneminimal.com – Richard Lee, seorang dokter kecantikan, kembali berada di tengah sorotan setelah Mualaf Center Indonesia (MCI) mencabut status mualafnya. Melalui kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu, Richard membantah tuduhan bahwa ia sering berkunjung ke gereja setelah memeluk Islam.
Abdul menjelaskan tentang kehadiran Richard di rumah ibadah Kristen baru-baru ini yang dipicu oleh undangan resmi. “Dokter Richard diundang oleh Pendeta Gilbert untuk memberikan sesi motivasi, bukan untuk beribadah,” jelas Abdul saat konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Rabu, 6 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa kehadiran Richard di gereja dalam konteks profesional, sehingga tidak ada niatan untuk beribadah.
Lanjut Abdul, isu bahwa Richard mengajak istrinya ke gereja juga tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa istri Richard bukanlah penganut agama Kristen atau Katolik, melainkan beragama Buddha. “Istri Dokter Richard itu bukan seorang Kristiani, jadi tudingan tersebut sangat tidak tepat,” ungkapnya.
Situasi ini menunjukkan kompleksitas identitas keagamaan di masyarakat Indonesia. Penjelasan dari pihak Richard diharapkan dapat meredakan spekulasi yang beredar. Keberadaan Richard Lee sebagai sosok publik sekaligus mualaf tidak luput dari perhatian, dan pernyataannya kali ini diharapkan bisa memberikan kejelasan bagi semua pihak.
Dengan menyampaikan klarifikasi ini, tim kuasa hukum Richard berupaya menjaga reputasi kliennya sambil menegaskan kekuatan integritas dan komitmen Richard terhadap agama yang dianutnya saat ini.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/richard-lee-dituding-ke-gereja-lagi-kuasa-hukum-bukan-untuk-ibadah-jec.jpg)