Site icon monotoneminimal.com

Rehabilitasi Pasca-Bencana Sumatra Dimulai dari Hulu

[original_title]

Monotoneminimal.com – Rehabilitasi pascabencana banjir bandang di Sumatra harus dilakukan secara hati-hati, dengan fokus memperbaiki masalah yang mendasar di wilayah hulu. Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI), Y Paonganan, mengingatkan bahwa tindakan tergesa-gesa dapat memicu bencana serupa di masa depan.

Banjir bandang yang melanda disebabkan oleh curah hujan ekstrem dari badai siklon, yang telah mengakibatkan hilangnya vegetasi di pegunungan. Deforestasi yang masif juga telah merusak sistem penahan air alami, sehingga area yang terdampak menjadi rentan terhadap banjir, bahkan dengan hujan ringan sekalipun.

Ongen menyatakan bahwa proses rekonstruksi infrastruktur dan permukiman untuk korban banjir harus menunggu hingga adanya perbaikan menyeluruh di daerah yang terdampak. Untuk mencegah bencana berulang, dia mengusulkan empat tahapan. Pertama, penggunaan teknologi penahan air darurat di area hulu yang telah kehilangan vegetasi. Ini termasuk penggunaan “pohon buatan”, turap, atau tanggul.

Tahap kedua adalah reboisasi masif tidak hanya di Sumatra, tetapi juga di seluruh hutan gundul Indonesia. Setelah tindakan ini dilaksanakan dan dinyatakan aman, rehabilitasi infrastruktur baru dapat dilakukan. Tahap terakhir mencakup relokasi kawasan yang terlalu berisiko untuk ditinggali.

Ongen menekankan bahwa penanganan terhadap banjir bandang harus berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengabaikan akar masalah dari deforestasi hanya akan membuat usaha rekonstruksi menjadi sia-sia, karena bencana ini akan terus berulang. Tanpa langkah tegas dan berkelanjutan, masyarakat akan terus menghadapi ancaman yang sama di masa depan.

Exit mobile version