Monotoneminimal.com – Hilirisasi menjadi langkah penting yang dijalankan oleh PTPN IV PalmCo, sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat dalam negeri. Hal ini sejalan dengan kebijakan yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang memprioritaskan pengembangan sektor agro nasional yang berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa sebagian besar produk gambir Indonesia saat ini masih diekspor dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati negara lain. Ia menekankan pentingnya hilirisasi agar keuntungan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Pada tanggal 7 Januari, dalam kunjungan panen raya di Karawang, Jawa Barat, Presiden Prabowo mencatat pentingnya pemanfaatan teknologi di sektor pertanian dan perkebunan. Ia menekankan bahwa Indonesia harus berpindah dari hanya menjual bahan mentah ke arah pengolahan lebih lanjut yang dapat meningkatkan pendapatan petani dan membuka peluang industri baru.
Jatmiko menyoroti bahwa gambir sebenarnya adalah komoditas strategis dengan potensi internasional yang besar, meski seringkali kurang mendapat perhatian. Ia mengungkapkan bahwa gambir memiliki kandungan antioksidan tinggi dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai produk, dari bahan pangan hingga kosmetik.
Untuk meningkatkan produktivitas gambir, saat ini masih rendah sekitar 0,5 ton per hektare, Jatmiko menyarankan pendekatan riset dan teknologi. Dengan langkah-langkah ini, produktivitas bisa meningkat hingga 1 ton per hektare. Rencana pembangunan fasilitas pengolahan juga menjadi fokus utama agar nilai tambah gambir tidak berhenti hanya pada bahan baku. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global.