Monotoneminimal.com – Produksi gula nasional Indonesia diprediksi meningkat, sementara konsumsi mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budi Utomo Harmadi, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4). Menurutnya, produksi gula pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,67 juta ton, meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar 2,47 juta ton.
Peningkatan ini didorong oleh perluasan luas panen tebu yang mencapai 563.000 hektar, naik dari 521.000 hektar pada 2024. Wilayah produksi gula terpusat di beberapa provinsi utama seperti Jawa Timur, Lampung, dan Jawa Tengah. Meskipun produksi naik, konsumsi gula rumah tangga berada pada angka sekitar 1,4 juta ton, menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan konsumsi per kapita kini sekitar 5,15 kilogram per tahun.
Sonny menjelaskan bahwa penurunan konsumsi gula dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat yang meningkat terhadap pola hidup sehat dan pergeseran menuju makanan olahan dari industri. Konsumsi gula rumah tangga hanya menyumbang sekitar 23,13 persen dari total penggunaan gula nasional, yang didominasi oleh sektor industri pengolahan yang menyerap hampir 3,9 juta ton.
Secara keseluruhan, penggunaan gula nasional diperkirakan mencapai 6,33 juta ton tahun ini. Meskipun ada peningkatan produksi, Indonesia tetap melakukan impor gula sebesar 3,93 juta ton, terutama dari Brasil, Thailand, dan Australia. Peningkatan produksi gula ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/44563AA1-A656-4807-A061-6A85E84F65C5.jpeg)