Monotoneminimal.com – Kritik tajam dilontarkan oleh Presiden Kongres Yahudi Dunia, Ronald Lauder, terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Israel, Haaretz, Lauder memperingatkan bahwa Israel sedang berkembang menjadi “republik pisang”. Ia menuduh Netanyahu memusatkan kekuasaan di tangannya sendiri demi keuntungan politik pribadi, alih-alih untuk kepentingan negaranya.
Lauder, seorang miliarder asal Amerika yang sebelumnya merupakan sekutu dekat Netanyahu, menyampaikan ketidakpuasannya di Oswiecim, Polandia, pada 27 Januari 2025. Ia mengungkapkan kecemasannya terkait arah politik Israel yang dianggap semakin menurun, terutama terkait dengan institusi demokrasi yang mulai terkikis. “Saya merasa perlu berbicara setelah mengamati keadaan ini terlalu lama,” ujarnya, mencerminkan kekhawatirannya akan masa depan negara yang selama ini didukungnya.
Dalam kritiknya, Lauder berfokus pada gaya pemerintahan Netanyahu yang cenderung terpusat. Ia menegaskan bahwa banyak keputusan penting diambil berdasarkan kepentingan pribadi sang perdana menteri dan lingkaran terdekatnya, bukan berdasarkan pertimbangan nasional yang lebih besar. Menurutnya, hal ini mencerminkan pelemahan norma-norma demokrasi dan akuntabilitas di tingkat institusi.
Pernyataan Lauder ini menjadi semakin relevan, mengingat hubungan panjangnya dengan Netanyahu dan peran pentingnya dalam organisasi-organisasi Yahudi Amerika yang mendukung Israel. Lauder sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Austria dan telah memimpin Kongres Yahudi Dunia sejak tahun 2007. Kritik ini diharapkan dapat mendorong perubahan dalam praktik pemerintahan yang dianggap merugikan bagi demokrasi di Israel.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/presiden-kongres-yahudi-dunia-sebut-israel-kini-jadi-republik-pisang-agj.jpg)