Monotoneminimal.com – Kebijakan baru dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melarang penggunaan area Ruang Milik Jalur Kereta Api (ROW) untuk kegiatan olahraga, termasuk Liga Aspal, memicu respons dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyiapkan alternatif bagi pemain Liga Aspal setelah kebijakan tersebut diterapkan.
Dalam pernyataannya pada Rabu (5/8), Pramono menekankan pentingnya ruang bagi anak-anak Jakarta untuk berolahraga. “Kami menghormati keputusan KAI, tetapi anak-anak Jakarta masih membutuhkan sarana olahraga,” ujarnya. Sebagai langkah solutif, Pemprov DKI akan meningkatkan fasilitas di Ruang Pelayanan Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Borobudur dan lapangan sepak bola Borobudur, yang berlokasi di Menteng.
Menurut Pramono, kedua lokasi ini akan digunakan sebagai pengganti untuk kegiatan Liga Aspal jika lapangan yang ada tidak dapat dipakai lagi. Ia menambahkan, Jakarta memiliki sekitar 47 fasilitas lapangan sepak bola, termasuk 14 stadion. Upaya untuk memperbaiki kualitas lapangan pun sedang dilakukan agar lebih layak digunakan oleh masyarakat.
Kebijakan KAI yang melarang aktivitas di area ROW didasarkan pada hasil penilaian keselamatan yang mengindikasikan risiko tinggi bagi keselamatan. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kawasan tersebut merupakan ruang terbatas yang dikhususkan untuk kepentingan perkeretaapian dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. KAI menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, dan aktivitas di ROW dapat mengganggu operasi kereta api serta membahayakan keselamatan masyarakat.
Seluruh kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan ketertiban, sekaligus berharap akan ada penyediaan ruang publik yang aman untuk berolahraga di Jakarta.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1785904041_53ddafa3bb6187320d85.png)