Monotoneminimal.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan jaringan gas (jargas) tidak hanya di sektor rumah tangga, tetapi juga untuk hotel, restoran, kafe, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi di berbagai sektor di Jawa Timur.
Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, mengungkapkan bahwa rencana perluasan ini sudah mulai dibahas dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang, termasuk di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, serta Kabupaten Probolinggo. Diskusi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penambahan pelanggan dari sektor-sektor yang lebih luas.
“Pengembangan jaringan gas di area tersebut sudah dilakukan pada tahun 2023 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” jelas Arif di Lumajang pada hari Senin. Namun, ia mengakui bahwa saat ini masih terdapat tantangan, terutama karena tidak semua pelaku usaha beroperasi di lokasi yang terhubung langsung ke jaringan pipa.
PGN yakin bahwa perluasan jargas dapat menjadi alternatif yang menguntungkan bagi pelaku usaha, terutama saat terjadi kelangkaan pasokan LPG. Seiring dengan kebijakan pembatasan penggunaan LPG 3 kilogram, kesadaran masyarakat untuk beralih ke gas bumi juga meningkat, menciptakan peluang bagi pemanfaatan jargas lebih luas lagi.
Di tengah upaya tersebut, layanan pelanggan juga diperbaiki, termasuk dengan adanya aplikasi PGN Mobile yang memudahkan pencatatan meter secara mandiri. Salah satu pengguna, Ernawati dari Desa Melawang, menyatakan bahwa ia telah beralih menggunakan gas bumi sejak 2023, merasa lebih nyaman dan hemat dalam kegiatan memasak. “Tagihan per bulan hanya berkisar antara Rp36 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung frekuensi memasak,” ungkapnya. Melalui inisiatif ini, PGN berharap pemanfaatan jaringan gas dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG_2395.jpeg)