Monotoneminimal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) telah resmi memulai tahap eksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 dengan kapasitas 55 megawatt (MW). Proyek ini ditetapkan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sektor energi terbarukan di Indonesia.
Dalam keterangan resmi pada Rabu lalu, Direktur Operasi PGE, Ahmad Yani, menyebutkan bahwa lokasi proyek berada di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan, dan ditargetkan untuk beroperasi penuh pada tahun 2030. Peresmian proyek ini ditandai dengan kick-off meeting yang dilakukan pada awal pekan ini, yang bertujuan memperkuat koordinasi antara berbagai fungsi yang terlibat.
“Kick-off meeting ini sangat penting untuk memastikan kesiapan proyek dari aspek teknis, perizinan, pendanaan, dan pengelolaan risiko,” jelas Ahmad. Ia juga menambahkan bahwa pengembangan energi terbarukan sedang memasuki fase krusial sejalan dengan kebijakan nasional dalam RUPTL 2025-2034.
Proyek ini tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book Kementerian PPN Bappenas untuk periode 2025-2029. PGE berkomitmen untuk memperkuat kapasitas energi panas bumi nasional dan menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat di Sumatera Selatan. Inisiatif ini melanjutkan keberhasilan sebelumnya dengan PLTP Lumut Balai Unit 2 yang telah beroperasi sejak Juni 2025.
PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dan berupaya mencapai target 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun mendatang, serta 1,8 GW pada tahun 2033. Di samping itu, potensi panas bumi yang teridentifikasi mencapai 3 GW dari 10 WKP yang dikelola, memperlihatkan langkah strategis PGE dalam mendukung perekonomian nasional dan sektor energi terbarukan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/ba3a6bb2-8010-4efa-acf4-5b572e5c428c.jpeg)