Site icon monotoneminimal.com

Petani Muda Transformasi Pupuk Organik Jadi Terfavorit

[original_title]

Monotoneminimal.com – Pertanian berkelanjutan menjadi fokus utama sejumlah petani di Desa Lassang, Kabupaten Takalar. Di pagi hari sebelum pukul 07.00, mereka sudah berbondong-bondong memadati kios pupuk untuk membeli pupuk subsidi yang diperlukan. Di antara kerumunan tersebut, terlihat petani dari berbagai usia, mulai dari remaja hingga lansia, yang memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat penebusan pupuk, sekaligus memastikan alokasi subsidi tepat sasaran.

Sukriadi, seorang petani berusia 35 tahun, turut mengantri dan aktif dalam dunia pertanian sejak kecil. Meskipun memiliki latar belakang pendidikan hingga perkuliahan dan pernah menjadi da’i, ia tetap setia membantu keluarganya bertani. Dalam dua tahun terakhir, Sukriadi, yang akrab disapa Uki, mulai menerapkan pupuk organik dalam pengelolaan sawahnya dengan harapan meningkatkan hasil panen. Metode penerapan pupuknya berkembang setiap tahun; pada tahun ini ia mencampurkan pupuk organik dan biasa dengan perbandingan tertentu.

Uki menyadari keunggulan pupuk organik, yang terlihat dari peningkatan hasil panen yang ia peroleh. Ia juga membagikan pengalamannya kepada kerabat dan tetangganya, meski tidak semua merespon dan beralih ke pupuk organik. Dukungan terhadap pertanian berkelanjutan ini diharapkan dapat mengedukasi lebih banyak petani setempat tentang manfaat penggunaan pupuk organik, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga menjaga kualitas tanah.

Dengan terus mengembangkan teknik pertanian yang ramah lingkungan, Sukriadi menjadi salah satu contoh bahwa inovasi dalam pertanian lokal dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui pengalaman dan hasil nyata, diharapkan akan ada lebih banyak petani yang mengikuti jejaknya dalam menerapkan pertanian berkelanjutan.

Exit mobile version