Monotoneminimal.com – Pentagon mengubah metode pelaporan jumlah korban dalam konflik dengan Iran pada Minggu (26/7/2026) setelah kritik tajam terkait dugaan minimnya angka kematian dan luka prajurit Amerika Serikat. Perubahan tersebut menyusul eskalasi situasi yang semakin memanas.
Dalam sistem baru yang dianggap tidak biasa, data korban mulai 7 Juli, saat gencatan senjata mulai runtuh, dipindahkan dari daftar utama di situs web Pentagon ke halaman berbeda yang diberi label “korban operasi luar negeri.” Hal ini menyebabkan masyarakat harus mengakses beberapa halaman untuk mendapatkan gambaran total korban perang.
Perubahan ini mengungkap fakta yang tidak transparan sebelumnya. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah prajurit yang terluka melonjak menjadi 207, dengan total korban luka sejak perang dimulai pada 28 Februari mencapai 624 orang. Sebelumnya, seorang juru bicara Pentagon menyatakan jumlah prajurit yang terluka di bawah 100, yang kemudian dipandang sebagai upaya menyembunyikan fakta.
Ketidakpastian mengenai data ini memicu kemarahan di kalangan veteran, keluarga militer, dan anggota parlemen. Ada laporan bahwa Pentagon sempat mereduksi angka kematian dari 18 menjadi 14. Hal ini karena empat prajurit yang tewas dinyatakan meninggal setelah gencatan senjata tercapai.
Dalam konteks politik, Presiden Donald Trump menyatakan konflik terbaru dengan Iran sebagai bagian dari permusuhan baru, mengklaim bahwa klasifikasi ini memberikan kesempatan untuk mengatur ulang waktu durasi perang. Di Capitol Hill, sejumlah senator dari Partai Demokrat meminta akuntabilitas lebih dari pemerintah mengenai laporan manusia dan biaya perang.
Hingga saat ini, Gedung Putih belum mengeluarkan komentar resmi terkait perubahan sistem pelaporan tersebut.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1785162177_8521962f93da45786507.jpg)