Monotoneminimal.com – Penguatan produksi dan distribusi energi domestik menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha Widya Putra, dalam kunjungannya ke PT Migas Utama Jabar (MUJ) di Bandung pada Rabu, 8 April. Kegiatan ini berlangsung di tengah dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Dalam sambutannya, Hangga menekankan pentingnya langkah-langkah pemerintah yang sejalan dengan visi Asta Cita, terutama dalam mencapai swasembada energi dan hilirisasi industri. Saat ini, pemerintah sedang memacu berbagai program, termasuk penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW serta implementasi program B50 yang direncanakan mulai Juli 2026.
Hangga juga menyatakan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap daerah dalam pengelolaan potensi energi lokal dengan melibatkan kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia berharap Jawa Barat dapat menjadi contoh dalam mencapai kemandirian energi.
Selama kunjungan tersebut, Hangga mengapresiasi prestasi MUJ yang terpilih sebagai BUMD terbaik kedua di Jawa Barat dan kontribusi signifikan yang diberikan. Dengan lebih dari satu dekade beroperasi, MUJ kini juga fokus pada pengembangan infrastruktur migas serta perdagangan gas melalui CNG dan LNG, untuk mendukung target net zero emission.
Direktur MUJ Energi Indonesia, Ryan Alfian Noor, menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan harga gas yang kompetitif bagi masyarakat dan industri, dengan potensi penghematan hingga 20 persen, sembari terus membidik alokasi gas dari lapangan migas baru di Jawa Barat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1000319301.jpg)