Monotoneminimal.com – Dalam upaya mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan, Wakil Menteri Pertanian, Muhammad Saleh Mustafa, menekankan pentingnya peran pemuda dalam transformasi pertanian nasional melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi. Hal ini disampaikan di Jakarta pada Forum Rembuk Pemuda Indonesia.
Saleh menyatakan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai penggerak modernisasi dan inovasi dalam sektor pertanian. Dia menjelaskan bahwa keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pangan di masa depan, serta mendorong sistem pertanian yang lebih modern dan produktif. “Pertanian seharusnya tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan konvensional yang melelahkan, melainkan sebagai sektor yang dapat berkembang dengan dukungan teknologi,” ujarnya.
Dia juga memberikan gambaran positif mengenai perkembangan tenaga kerja di sektor pertanian, yang diperkirakan akan meningkat sebesar 4,66 persen pada tahun 2026. Peningkatan ini diharapkan memperluas partisipasi kalangan milenial dalam pembangunan pertanian. Saleh menekankan pentingnya regenerasi petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pertanian Indonesia lebih produktif.
Kementerian Pertanian juga menjelaskan bahwa kedaulatan pangan harus diawali dengan kemampuan untuk mengenali dan mengantisipasi ancaman terhadap ketahanan pangan. Dalam konteks ini, intelijen pertanian berfungsi untuk menganalisis kondisi yang ada dan memprediksi potensi ancaman yang mungkin timbul akibat perubahan iklim dan dinamika geopolitik.
Sebagai penutup, Saleh mengajak generasi muda untuk menjadikan kontribusi di sektor pertanian sebagai langkah positif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap pertanian Indonesia dapat mencapai kedaulatan serta kesejahteraan bagi seluruh bangsa.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/C8911794-52BB-4CAA-939F-DAE47B678193.jpeg)