Monotoneminimal.com – Pemerintah Kota Ambon, Maluku, berencana mengimplementasikan kebijakan pembangunan berbasis data melalui Sensus Ekonomi 2026. Langkah tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi digital yang kian berkembang.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengungkapkan pentingnya data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pengambilan keputusan. Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Pelatihan Calon Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Ambon. Menurutnya, hasil sensus akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ely menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi kini tidak hanya terbatas pada sektor konvensional, tetapi juga mencakup profesi di ruang digital, seperti kreator konten dan influencer. Oleh karena itu, pelaku ekonomi digital perlu terdata dengan baik untuk mengevaluasi kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah.
Sensus ini akan menerapkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru, yang diharapkan dapat menyesuaikan pendataan dengan tren ekonomi yang berkembang. Dengan demikian, informasi yang diperoleh tidak hanya akan menunjukkan aktivitas usaha, tetapi juga kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk program kesejahteraan.
Ely juga menekankan bahwa para petugas pendataan harus memahami materi pelatihan dengan baik dan melakukan tugas mereka secara profesional untuk menghasilkan data yang berkualitas. Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mendukung semua kegiatan statistik yang dilaksanakan BPS sebagai bagian dari usaha pembangunan berbasis data.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG_5072.jpeg)