Site icon monotoneminimal.com

Pasar Modal RI Utamakan Integritas dan Ekonomi Hijau 2026

[original_title]

Monotoneminimal.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal Indonesia melalui peningkatan integritas pasar dan penguatan ekosistem Bursa Karbon yang berstandar internasional hingga 2026. Dalam acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

Mahendra menambahkan bahwa OJK akan terus memperkuat perlindungan bagi investor, khususnya bagi investor ritel, dengan menegakkan prinsip perilaku pasar yang baik dan memperketat pengawasan terhadap influencer keuangan atau finfluencer. Saat ini, OJK sedang menyiapkan regulasi baru untuk finfluencer yang diharapkan dapat meningkatkan literasi investasi dengan penekanan pada transparansi dan kepatuhan.

Pasar modal Indonesia memiliki potensi besar, namun kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih di bawah negara-negara tetangga. Misalnya, kontribusi pasar saham Indonesia tercatat sebesar 72 persen, jauh lebih rendah dibandingkan India yang mencapai 140 persen atau Thailand yang sebesar 101 persen. Dalam hal kinerja, indeks LQ45 hanya tumbuh 2,41 persen pada tahun 2025, jauh di bawah pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 22,13 persen.

Pada akhir tahun 2025, IHSG berada pada level 8.646,94 poin dan mencatat 24 kali rekor tertinggi. Penghimpunan dana di pasar saham juga menunjukkan peningkatan, dengan 215 penawaran umum senilai Rp275 triliun dan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp18,1 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya jumlah investor, terutama mereka yang berusia di bawah 40 tahun, yang tercatat mencapai 20,2 juta SID.

Exit mobile version