Monotoneminimal.com – Kondisi Pasar Ciputat di Tangerang Selatan (Tangsel) semakin memprihatinkan dengan keberadaan tumpukan sampah yang berserakan. Sampah tersebut tidak hanya menimbulkan aroma tak sedap bagi pengguna jalan dan pengunjung pasar, tetapi juga berdampak signifikan pada penjualan para pedagang.
Pelaku usaha makanan, seperti Dadang, yang berjualan bubur ayam di Pasar Ciputat, menyatakan keluhannya terhadap situasi ini. Ia melaporkan penurunan jumlah pembeli akibat bau yang menyengat. “Saya berharap pihak Pemkot Tangsel dapat segera mengatasi masalah sampah ini,” ungkapnya. Keluhan serupa muncul dari Yusuf, pedagang bubur kacang hijau, yang juga merasakan dampak negatif pada omzet penjualannya. Akmal, pedagang sembako, menambahkan keluhan mengenai gangguan lalat yang datang akibat tumpukan sampah di halaman kiosnya.
Sampah terlihat menumpuk di tepian jalan, dengan sebagian ditutup terpal, sementara yang lain tetap terbuka. Beberapa penumpukan sampah sudah mulai diangkut, tetapi banyak yang belum tersentuh, sehingga ketidaknyamanan terus berlanjut.
Di sisi lain, isu pengelolaan sampah di Tangerang Selatan juga menarik perhatian publik. Sejumlah warga mengambil tindakan dengan mendatangi Kantor Wali Kota dan membuang sampah di halaman kantor sebagai bentuk protes. Salah satu warga menyebutkan bahwa tindakan ini adalah wujud ketidakpuasan terhadap kurangnya perhatian dari pemerintah setempat dalam menangani masalah sampah.
Salah seorang warga lainnya mengusulkan agar masyarakat yang terdampak mengambil langkah hukum melalui gugatan class action untuk menuntut pertanggungjawaban pihak Pemkot Tangsel. Dengan berbagai cara, warga berharap permasalahan mengenai sampah ini dapat segera teratasi demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat.