Monotoneminimal.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal dapat mencapai Rp250 triliun pada tahun 2026. Target ini muncul seiring dengan upaya reformasi integritas yang digencarkan di pasar modal Indonesia. OJK telah mencanangkan delapan langkah percepatan reformasi sebagai respon terhadap perubahan dinamis yang terjadi, khususnya pascapengumuman oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, menyatakan bahwa tingginya pertumbuhan pasar tidak cukup tanpa adanya peningkatan kualitas. Menurutnya, momentum ini adalah kesempatan untuk merefleksikan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Sebagai bagian dari komitmen reformasi, OJK berencana membentuk Satuan Tugas Reformasi Integritas Pasar Modal untuk memastikan rencana aksi tersebut bisa terlaksana sesuai jadwal.
Friderica juga mengungkapkan proyeksi pertumbuhan sektor keuangan lainnya, yang meliputi kredit perbankan yang diperkirakan tumbuh antara 10-12 persen, dengan dukungan dari pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 7-9 persen. Selain itu, diperkirakan aset program asuransi akan tumbuh 5-7 persen, sementara aset dana pensiun dan program penjaminan masing-masing diproyeksikan tumbuh sebesar 10-12 persen dan 14-16 persen.
Menjelang 2026, OJK tetap optimis meski terjadinya fragmentasi geopolitik dan geoekonomi. Mereka memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,4 persen. Dalam rangka mendukung target ini, OJK mengedepankan tiga fokus kebijakan, yang mencakup penguatan ketahanan sektor jasa keuangan dan pengembangan ekosistem keuangan yang lebih berkontribusi. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.