Monotoneminimal.com – Anggota DPD RI dari Kalimantan Selatan, Muhammad Hidayattollah, mengangkat berbagai isu penting yang menjadi perhatian masyarakat saat Sidang Paripurna DPD RI ke-10 Masa Sidang V. Isu-isu tersebut mencakup penataan ruang, pengawasan alih fungsi lahan yang lemah, konflik dalam kawasan hutan, penurunan Dana Desa, dan penguatan pembangunan desa serta kawasan tertinggal.
Dalam sidang tersebut, Hidayattollah, yang lebih dikenal dengan sebutan Dayat El, menyampaikan laporan mengenai hasil penyerapan aspirasi masyarakat dari Sub Wilayah Timur I. Dia mengungkapkan adanya keluhan mengenai pengelolaan ruang yang kurang baik, yang berdampak pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Pengawasan terhadap alih fungsi lahan, terutama yang berkaitan dengan kawasan hutan, juga diangkat sebagai isu krusial yang membutuhkan perhatian lebih dari pihak berwenang.
Lebih lanjut, Hidayattollah menekankan pentingnya kelanjutan program Dana Desa yang mengalami penurunan, serta mendesak agar pembangunan desa dan kawasan tertinggal diperkuat agar semua wilayah mendapatkan akses yang setara terhadap pembangunan.
Selain isu-isu terkait pembangunan, masyarakat juga mengharapkan adanya kepastian mengenai desain Pemilu 2029 serta profesionalisme penyelenggara pemilu. Hal ini mencakup netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepastian perlindungan serta kesejahteraan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun ASN daerah.
Dengan menyampaikan aspirasi ini, Hidayattollah berharap dapat menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah, dan mendukung upaya untuk menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan bertanggung jawab.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/anggota-dpd-ri-muhammad-hidayattollah-soroti-jalan-rusak-di-sidang-paripurna-ckx.jpg)