Monotoneminimal.com – Panitia nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” di Ciputat, Tangerang Selatan, baru-baru ini menerima pesan tidak dikenal yang menanyakan tentang kegiatan tersebut. Pesan tersebut muncul setelah promosi nobar dilakukan melalui penyebaran flyer. Koordinator Fascho Institut, Ivansyah Hafif, menjelaskan bahwa pesan-pesan tersebut bersifat anonim dan mulai diterima saat flyer disebarkan.
Kegiatan nonton bareng ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat bekerja sama dengan Fascho Institut. Ivansyah menambahkan, meskipun pesan-pesan anonim itu terjadi, tidak ada langkah pelarangan terhadap pemutaran film yang diterima hingga acara selesai. “Namun, per hari ini kami belum mengalami intervensi yang berarti,” tuturnya.
Salah satu penonton bernama Eja mengungkapkan rasa ingin tahunya terhadap konten film yang tengah menjadi perbincangan publik. Eja menyatakan keinginan untuk memahami berbagai isu, khususnya mengenai kerusakan lingkungan di Papua yang berkaitan dengan pemerintah. Meskipun mendengar adanya upaya pelarangan nobar di beberapa tempat, Eja tetap merasa tenang dan memilih untuk menonton film tersebut.
Kegiatan ini menunjukkan adanya minat yang tinggi terhadap isu-isu sosial yang diangkat dalam film, serta ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi tekanan. Dukungan terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi menjadi penting, terutama terkait film yang membawa tema kontroversial seperti “Pesta Babi”. Sejauh ini, penonton dan panitia berharap terjadi dialog yang konstruktif sebagai dampak dari pemutaran film tersebut.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/nobar-film-pesta-babi-di-ciputat-panitia-terima-pesan-misterius-dari-kontak-anonim-wxp.jpg)