Monotoneminimal.com – Militer Iran menegaskan kesiapan mereka untuk berperang melawan Amerika Serikat (AS) setelah pernyataan mengecam dari Presiden AS, Donald Trump, terkait proposal negosiasi yang diajukan Teheran. Dalam pernyataan tersebut, Wakil Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi, mengatakan bahwa potensi konflik baru antara kedua negara semakin besar.
Asadi menyatakan bahwa ketegangan yang ada saat ini disebabkan oleh tindakan dan pernyataan pejabat AS, yang menurutnya banyak dipengaruhi oleh media. Ia berpendapat bahwa tujuan utama dari pernyataan tersebut adalah untuk menstabilkan harga minyak dan menutupi kekacauan yang ditimbulkan oleh kebijakan AS sendiri. “Konflik ini adalah hasil dari kebodohan yang diciptakan oleh mereka,” ungkap Asadi kepada Fars News pada Minggu, 3 Mei 2026.
Menanggapi ancaman tersebut, Asadi menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak gentar dengan kemungkinan eskalasi dari pihak AS. Ia memastikan bahwa militer Iran sepenuhnya siap menghadapi berbagai tindakan provokatif yang mungkin dilakukan oleh AS.
Sebelumnya, Trump menanggapi proposal terbaru Iran yang diserahkan kepada mediator Pakistan. Saat berbicara kepada wartawan, ia mempertanyakan apakah AS ingin menghancurkan Iran sepenuhnya atau berusaha untuk mencapai kesepakatan. Meskipun demikian, ia mengindikasikan preferensinya untuk menghindari opsi agresif demi alasan kemanusiaan.
Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menambahkan bahwa Iran tidak menolak proses negosiasi, tetapi sekaligus menekankan bahwa mereka tidak akan menerima pemaksaan syarat yang tidak menguntungkan. Iran tampak berusaha untuk menjaga posisi dan prinsip mereka di tengah ketegangan internasional yang terus meningkat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/militer-iran-tak-gentar-untuk-perang-lagi-sepenuhnya-siap-meladeni-kebodohan-as-xjr.jpg)