Monotoneminimal.com – Karakter menjadi elemen krusial bagi kemajuan bangsa, seperti yang diungkap dalam refleksi tentang peran Sukarno, tokoh proklamator Indonesia. Profesor Ir G Klopper ME, Rektor Institut Teknologi Bandung, pernah mengingatkan pentingnya karakter saat wisuda Ingenieur Sukarno pada 25 Mei 1926. Menurutnya, kejayaan suatu bangsa tidak bisa terjadi tanpa fondasi karakter yang kuat.
Analisis mendalam oleh Profesor Samuel P. Huntington dan Profesor Tu Weiming menunjukkan bahwa kekuatan global seperti Amerika dan Tiongkok telah dicapai melalui pembangunan karakter dan tradisi yang solid. Sayangnya, Indonesia saat ini tertinggal karena penyerapan nilai-nilai tradisi yang kian pudar. Sukarno diingat sebagai simbol perjuangan kemerdekaan yang mendunia, terutama saat Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.
Megawati Soekarnoputri, putri Sukarno, kini berjuang melestarikan warisan karakter dan semangat perjuangan ayahnya di usia yang tidak muda lagi. Dalam pidatonya, ia mendorong generasi muda untuk menghargai para pahlawan dan berupaya membangun kembali karakter bangsa yang saat ini dalam kondisi “terbelah”. Ia mengingatkan, bahwa ke depan, pembangunan harus mengedepankan kesejahteraan sosial agar visi Sukarno — merdeka untuk sejahtera — tidak sia-sia.
Dalam menghadapi krisis peradaban ekologis yang disebabkan oleh keserakahan manusia, Megawati menekankan pentingnya menjaga lingkungan hidup, yang merupakan warisan untuk generasi mendatang. Selain itu, dia juga menggagas berbagai inisiatif untuk pelestarian ekosistem, menunjukkan komitmentnya dalam politik yang bersahabat dengan lingkungan. Kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam, menurutnya, harus sejalan demi masa depan yang lebih baik.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1769098702_5c509472093119375878.jpg)