Monotoneminimal.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat. Dalam arahan yang disampaikan di Jakarta pada 14 Juli 2025, ia meminta semua penyelenggara MPLS untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut bebas dari kekerasan dan perundungan, sehingga dapat mendukung adaptasi siswa baru di lingkungan belajar mereka.
Gus Ipul menyampaikan bahwa MPLS merupakan periode krusial bagi siswa, terutama bagi mereka yang bertransisi dari Sekolah Rakyat rintisan ke Sekolah Rakyat permanen. “Pastikan mereka aman dan nyaman, tidak ada perploncoan atau tindakan kekerasan,” ujar Gus Ipul. Dalam upayanya untuk meningkatkan kenyamanan siswa, ia juga menekankan perlunya pendampingan yang penuh empati dari tenaga pendidik.
Menteri Sosial juga memberikan perhatian khusus pada perlunya memenuhi kebutuhan psikologis siswa selama masa adaptasi ini. Pengelola sekolah diharapkan belajar dari tantangan yang dihadapi pada tahun sebelumnya dan menghadapi segala kesulitan yang mungkin muncul, seperti rasa rindu kepada orang tua.
Sebanyak 101 Sekolah Rakyat dijadwalkan melaksanakan MPLS secara bertahap dalam empat gelombang. Gelombang pertama dimulai pada 14 Juli untuk 19 Sekolah Rakyat permanen, diikuti oleh 63 Sekolah Rakyat lainnya pada 31 Juli, delapan Sekolah Rakyat rintisan di Jabodetabek pada 15 Agustus, dan terakhir 11 Sekolah Rakyat permanen pada 31 Agustus. Gus Ipul juga mengingatkan agar seluruh fasilitas sekolah dijaga dengan baik, mengingat bahwa bangunan tersebut merupakan aset yang didanai oleh rakyat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1783999250_76eb6992ae79abc10bfa-scaled.jpg)