Monotoneminimal.com – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Republik Kirgistan mengenai pengembangan industri halal. Kesepakatan ini berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada Senin (6/7/2026) dalam acara INNOPROM 2026.
Agus menekankan pentingnya industri halal bagi Indonesia, seiring meningkatnya permintaan pasar global. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat daya saing produk halal Indonesia serta membuka akses yang lebih luas ke pasar internasional. Menurutnya, pengembangan industri halal harus dilakukan secara maksimal mengingat potensi pasar yang terus berkembang.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan daya saing industri halal, pertukaran informasi dan pengetahuan, serta konsultasi dalam pengembangan industri. Selain itu, kedua negara akan berbagi pengalaman dalam pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor halal. Dalam kesepakatan ini juga akan dilakukan promosi produk halal dari kedua pihak, penyelenggaraan seminar, dan kerja sama yang tertulis.
Kerja sama akan diimplementasikan melalui proyek saling menguntungkan, pengembangan kemitraan antara pemerintah dan swasta, serta investasi di sektor halal. Selain itu, akan ada kunjungan timbal balik untuk mendukung pertukaran keahlian dan diskusi tentang industri halal.
Agus Gumiwang meyakini kolaborasi ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri halal di tingkat global, serta membuka peluang besar untuk ekspor produk halal, terutama ke kawasan Eurasia. Menperin menegaskan, kerja sama ini adalah langkah krusial dalam memasuki pasar yang lebih luas untuk produk halal.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2026-07-06-at-20.43.04_edit_611970924828490.jpg)