Site icon monotoneminimal.com

Menperin: Peluang Ekonomi Baru Melalui Transformasi Industri Hijau

[original_title]

Monotoneminimal.com – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengungkapkan bahwa transformasi menuju industri hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi sektor industri nasional. Menurutnya, ini tidak hanya sekadar tanggung jawab lingkungan, tetapi juga strategi untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi, selain membuka peluang dalam perdagangan karbon yang akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sarmuji menjelaskan bahwa industri yang mampu melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi dapat mengonversi hasil tersebut menjadi komoditas bernilai di pasar karbon. Untuk mendukung ini, pemerintah tidak hanya menyediakan regulasi, tetapi juga mendampingi pelaku industri dalam menerapkan prinsip-prinsip industri hijau.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga berkomitmen untuk meningkatkan daya saing melalui praktik standardisasi dan sertifikasi. Kemenperin mengawasi lebih dari 45 Standar Nasional Indonesia (SNI) hingga September 2026, yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pengawasan merek juga menunjukkan kenaikan, dari 73 menjadi 78 merek.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menekankan pentingnya pengawasan untuk memastikan produk yang beredar di pasar memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Ini bertujuan tidak hanya untuk melindungi konsumen, tetapi juga untuk mencegah kerugian bagi negara akibat produk yang tidak sesuai standar.

Namun, penerapan SNI Wajib menghadapi berbagai tantangan, dengan hanya 2,4 persen dari total SNI industri yang telah diimplementasikan. Menperin mengungkapkan pentingnya mendorong penerapan SNI yang bijaksana agar tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan industri nasional.

Exit mobile version