Monotoneminimal.com – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menginstruksikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengutamakan kepentingan rakyat. Dalam pidatonya pada Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang ke-81 di Jakarta, Bahlil menegaskan pentingnya memilih kepentingan masyarakat ketimbang kepentingan individu atau perusahaan besar.
Bahlil, yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM, menyoroti sejarah panjang kementerian tersebut, yang lahir bersamaan dengan Republik Indonesia dan berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan bahwa sumber daya alam dikelola untuk kesejahteraan rakyat. Ia menyatakan bahwa penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan harus mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meskipun banyak perusahaan besar yang merasa dirugikan.
Ia mengingatkan pentingnya mengikuti kepatuhan domestik, serta aspek reklamasi dan keselamatan kerja dalam industri pertambangan. Bahlil menegaskan untuk menegakkan aturan dan tidak terpengaruh oleh praktik buruk yang melanggar hukum.
Di sektor kelistrikan, meski rasio elektrifikasi telah mencapai 99,85 persen, masih terdapat sekitar 11 ribu desa yang belum berlistrik. Bahlil menargetkan agar semua desa teraliri listrik melalui program yang menyasar 2.065 lokasi pada tahun ini, dengan harapan seluruh rumah tangga mendapatkan akses listrik menjelang tahun 2029.
Sebagai penutup, Bahlil mengajak semua pegawai ESDM untuk meneguhkan tekad dalam menjaga warisan para pendahulu serta berkomitmen untuk mewujudkan keadilan dan kemandirian energi dan mineral bagi rakyat Indonesia.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG_0616.jpg)