Site icon monotoneminimal.com

Mendag Yakin Surplus Neraca Perdagangan RI Akan Terus Berlanjut

[original_title]

Monotoneminimal.com – Neraca Perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar 0,12 miliar dolar AS pada Juli 2026, setelah mengalami defisit dalam dua bulan berturut-turut, yaitu Mei dan Juni 2026. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan optimisme bahwa surplus ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Budi menyampaikan harapannya di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta pada Rabu. Capaian ini dianggap sebagai langkah positif setelah tekanan sebelumnya akibat tingginya harga minyak dunia yang mencapai di atas 100 dolar AS per barel pada Maret-April 2026. Ia berharap harga minyak dapat stabil untuk mendukung neraca perdagangan yang lebih baik, mengingat kebutuhan minyak domestik yang signifikan.

Sementara itu, surplus tercatat terutama berasal dari sektor nonmigas, walaupun sektor migas masih mengalami defisit. Budi menekankan bahwa kinerja ekspor Indonesia dari Januari hingga Juli 2026 tumbuh sebesar 4,43 persen, dengan total ekspor mencapai 167,03 miliar dolar AS.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa untuk Juli 2026, ekspor meningkat menjadi 26,22 miliar dolar AS, naik 6,05 persen secara tahunan, sementara impor mencapai 26,09 miliar dolar AS, melonjak 27,02 persen. Sehingga, selama periode Januari hingga Juli 2026, neraca perdagangan barang mengalami surplus senilai 3,70 miliar dolar AS.

Dengan berbagai indikator yang menunjukkan tren positif ini, Budi menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memastikan surplus hingga akhir tahun, tetapi juga menjaga kondisi tersebut secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Exit mobile version