Monotoneminimal.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan tanggapan mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor, yang semakin mengkhawatirkan seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada Selasa (26/5), rupiah tercatat berada di level Rp17.749 per dolar AS, mengalami penurunan tipis dibandingkan sebelumnya.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Yassierli menekankan pentingnya koordinasi antar kementerian untuk menangani permasalahan ini. “Kami terus berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi isu ini,” katanya. Salah satu langkah yang telah diambil adalah relaksasi pajak terkait keterbatasan pasokan gas.
Yassierli menambahkan, pemerintah sedang menyusun strategi untuk menghindari PHK. “Kami adalah satu tim yang terus memonitor situasi,” ujar Yassierli. Terkait dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK, ia menyatakan bahwa pihaknya sedang menunggu waktu yang tepat untuk peluncuran satgas tersebut.
Lebih lanjut, ia merespons laporan mengenai PT Xacti Indonesia, yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, yang telah melakukan PHK terhadap sekitar 350 karyawan. Menaker menyatakan bahwa ia masih menunggu laporan terbaru dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan terkait masalah ini.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengonfirmasi bahwa PHK di PT Xacti terjadi akibat tekanan dari kondisi ekonomi global yang berkelanjutan. Hal ini telah menyebabkan lonjakan biaya produksi dan berujung pada penutupan perusahaan. KSPI menjelaskan bahwa situasi ini diperparah oleh tingginya harga bahan baku yang mempengaruhi daya tahan perusahaan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG_1977.jpeg)