Monotoneminimal.com – Pengaruh abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap kesehatan mata mendapat perhatian serius dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia Cabang Jakarta (Perdami Jaya). Para ahli medis mengingatkan bahwa partikel abu ini dapat menyebabkan cedera serius, termasuk erosi kornea, jika tidak diatasi dengan tepat.
Dr. Sesaria Rizky Kumalasari, seorang dokter spesialis mata yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Non-Katarak Perdami Jaya, menjelaskan bahwa abu vulkanik berbeda dari debu biasa. Karakteristiknya yang tajam dan kimiawi dapat mengganggu kesehatan penglihatan. “Masuknya abu ke mata bisa menyebabkan iritasi akibat kontak fisik dan reaksi kimia,” ujarnya.
Abu vulkanik terdiri dari campuran bebatuan, mineral, dan kaca vulkanik dengan bentuk tajam yang dapat menggores kornea. Selain itu, kandungan asam seperti sulfur oksida pada permukaan abu dapat memicu peradangan pada jaringan mata, ditandai dengan kemerahan, gatal, serta nyeri.
Dalam menghadapi paparan abu vulkanik, dr. Sesaria menegaskan bahwa tindakan mengucek mata sebaiknya dihindari. Aktivitas ini justru dapat memperburuk kondisi, dengan mempercepat penyebaran substansi kimia. Untuk pertolongan pertama, dianjurkan untuk segera membilas mata dengan air bersih dan melepas lensa kontak guna mencegah infeksi lebih lanjut.
Upaya pencegahan lainnya termasuk penggunaan kacamata pelindung saat berada di daerah terdampak hujan abu. Dr. Sesaria menekankan pentingnya menjaga kesehatan mata dalam kondisi vulkanik yang tidak menentu. Hal ini untuk menghindari risiko berkepanjangan dan memastikan keselamatan penglihatan masyarakat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1789020624_9a2026de5425d8fee25b.png)