Monotoneminimal.com – Bendera merah yang berkibar di pemakaman Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di Teheran membawa makna mendalam terkait balas dendam. Pada hari Senin, jutaan orang berkumpul di Jalan Azadi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin mereka. Alih-alih warna hitam sebagai simbol berkabung, kerumunan didominasi oleh bendera merah yang bertuliskan “Ya Latharat al-Hussein” yang menyerukan pembalasan, merujuk pada peristiwa Syiah di Karbala. Selain itu, terdapat penyesuaian dengan slogan “Ya Latharat al-Khamenei” yang menghubungkan kematian pemimpin dengan tuntutan balas dendam.
Dalam tradisi Syiah, bendera merah melambangkan darah yang tertumpah secara tidak adil dan kewajiban untuk membalasnya. Keberadaan bendera ini di pemakaman menunjukkan ketidakpuasan dan tantangan terhadap Washington, Tel Aviv, serta internal Iran.
Di tengah prosesi, banyak peserta menyuarakan kemarahan terhadap pemimpin AS dan Israel. Spanduk-spanduk yang berisi seruan untuk menghukum Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghiasi kerumunan. Para pelayat berulang kali meneriakkan, “Kami tidak menginginkan kesepakatan, kami ingin kepala Trump!” Emosi semakin membara saat suara mereka berpadu menggemakan, “Balas dendam!” dan “Kami akan membunuh mereka yang membunuh Imam kami.”
Sebelum pemakaman, seorang penyair muda juga menegaskan komitmen balas dendam, menekankan kewajiban untuk menghukum pembunuh pemimpin mereka. Perasaan duka mendalam itu terasa kuat di seluruh prosesi, menciptakan rasa kesedihan dan tekad yang menyentuh generasi yang berbeda di Iran.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/4-makna-bendera-merah-di-pemakaman-ayatollah-ali-khamenei-balas-dendam-untuk-picu-perang-meluas-oqa.jpeg)