Monotoneminimal.com – Rerie, yang juga dikenal sebagai Lestari, menekankan pentingnya mengamati secara menyeluruh kondisi industri batik di Indonesia. Menurutnya, batik tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya yang kaya, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi. Dalam konteks ini, Rerie mendorong perlunya perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mendukung pengembangan dan pelestarian batik.
Industri batik, yang merupakan warisan budaya yang diakui oleh UNESCO, menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan dengan produk impor hingga perubahan selera masyarakat. Rerie menuturkan bahwa jika dikelola dengan baik, batik dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Dia menyebutkan pentingnya inovasi dalam desain dan pemasaran agar batik tetap relevan di pasar modern.
Dalam kesempatan ini, Rerie juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam industri batik. Dengan kreativitas dan teknologi, mereka diharapkan bisa menciptakan produk batik yang diminati oleh pasar global. Pelibatan generasi muda akan menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan industri ini ke depan.
Menjelang perayaan hari batik nasional yang jatuh pada bulan Oktober, Rerie berharap adanya langkah konkret dari berbagai pihak untuk mempromosikan dan melestarikan batik. Ia percaya, jika semua elemen bersinergi, batik dapat kembali menjadi unggulan yang tidak hanya dihargai secara lokal, tetapi juga di kancah internasional. Upaya ini diperlukan untuk memperkuat posisi batik sebagai warisan budaya sekaligus produk ekonomi yang berdaya saing.