Monotoneminimal.com – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Internasional pada 24 Januari, Lestari menyatakan bahwa potensi pemuda harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Tema peringatan tahun ini adalah “The Power of Youth in Co-creating Education.” Lestari mengungkapkan bahwa adanya sekitar 1,8 miliar pemuda di dunia, yang mencakup sekitar 21,9% dari total populasi global, menunjukkan potensi besar yang bisa dimaksimalkan. Badan Pusat Statistik mencatat, di Indonesia, pemuda berusia 16-30 tahun mencapai sekitar 23,5% dari total populasi.
Menurut Lestari, untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, perlu adanya konsistensi dalam pelaksanaan berbagai upaya. Ia menegaskan bahwa momentum Hari Pendidikan Internasional seharusnya dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Lebih lanjut, Lestari, yang juga anggota Komisi X DPR RI, mengungkapkan bahwa generasi muda berperan sebagai penggerak utama dalam pembangunan berkelanjutan, inovasi, dan transformasi sosial di sektor pendidikan. Namun, ia juga menyadari bahwa pemuda menghadapi banyak tantangan dalam beradaptasi dengan perubahan cepat di era globalisasi.
Sebagai solusi, ia mendorong kolaborasi antara pemangku kepentingan dan masyarakat agar dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, setiap anak bangsa dapat berkontribusi secara maksimal dalam proses pembangunan negara.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1769243186_6b3bad02408dc89d8cae.jpg)