Site icon monotoneminimal.com

Leony Heran Roy Suryo Kriminalisasi Atas Penelitian yang Diperiksa

[original_title]

Monotoneminimal.com – Kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali mencuat di Polda Metro Jaya. Leony Lidya, yang merupakan ahli dalam bidang software engineering, dihadirkan oleh pihak Roy Suryo dan rekan-rekannya untuk memberikan pandangannya mengenai isu tersebut. Leony menjelaskan bahwa keahlian dan pengalaman yang dimilikinya dapat membantu memahami kontroversi yang melibatkan ijazah Jokowi, yang digunakan sebagai salah satu syarat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam keterangannya, Leony mengekspresikan keheranannya atas tindakan kriminalisasi yang dialami Roy Suryo dan tim terkait penelitian mereka. Ia menggarisbawahi bahwa tujuan penelitian Roy Suryo Cs adalah untuk menyelidiki keabsahan ijazah dan skripsi Jokowi, termasuk analisis lembar pengesahan ijazah yang dianggap mencurigakan oleh peneliti. Leony, yang merupakan lulusan dari generasi yang sama dengan Jokowi, menyampaikan bahwa penelitian tersebut seharusnya dipandang dari perspektif akademis, bukan sebagai tindakan kriminal.

Leony pun menyoroti detail teknis dari lembar pengesahan ijazah yang diteliti, termasuk analisa terhadap spasi antarhuruf yang tidak sesuai dengan hasil mesin ketik konvensional. Dengan pendekatan yang cermat, peneliti bernama Rismon berhasil mengidentifikasi bahwa font yang digunakan pada dokumen adalah Times New Roman, menandakan adanya kemungkinan penyimpangan.

Pernyataan Leony ini tidak hanya memberikan wawasan tentang metode penelitian yang digunakan, tetapi juga mempertanyakan validitas proses hukum yang menyangkut penelitian tersebut. Dengan hadirnya figures akademis dalam kasus ini, diharapkan dapat memperjelas posisi dan hak para peneliti dalam meneliti isu publik yang berpotensi kontroversial.

Exit mobile version