Monotoneminimal.com – Laba konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2025 mencapai angka signifikan, yaitu Rp326 triliun, menurut laporan yang disampaikan oleh Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria. Dalam acara Investor Daily Summit 2026, Dony mengungkapkan potensi dividen yang dapat diperoleh pada tahun 2026 sekitar Rp200 triliun.
Laba yang dilaporkan tersebut bersumber dari audit Danantara Asset Management (DAM) yang mencakup 1.074 perusahaan BUMN, termasuk holding, anak, dan cucu perusahaan. Dony menjelaskan bahwa konsolidasi data keuangan dari berbagai perusahaan ini memerlukan waktu dan usaha, mengingat setiap entitas pelat merah memiliki laporan keuangan yang terpisah.
Menurutnya, proses konsolidasi ini melibatkan eliminasi transaksi antar kelompok perusahaan untuk menghindari penghitungan ganda. Dony menegaskan, angka Rp326 triliun merupakan laba yang telah diaudit dan dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, Dony juga menjelaskan bahwa sebagian besar laba tersebut digunakan untuk melakukan perbaikan catatan keuangan dari laporan sebelumnya. Setelah proses peninjauan dan koreksi, laba yang tercatat turun menjadi sekitar Rp276 triliun. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk memastikan transparansi dan akurasi dalam laporan keuangan BUMN.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh Danantara mencerminkan komitmen untuk meningkatkan kinerja dan integritas laporan keuangan perusahaan-perusahaan milik negara. Di tengah tantangan yang ada, analisis dan pembenahan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan BUMN ke depannya.