Monotoneminimal.com – Koridor dagang antara Ankara dan Riyadh menimbulkan kekhawatiran di Israel, yang memandang inisiatif ini sebagai tantangan bagi proyek konektivitas regional yang didukung rezim tersebut. Turki dan Arab Saudi baru-baru ini menandatangani dua nota kesepahaman untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang logistik dan perkeretaapian, dengan tujuan menciptakan rute darat baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Turki dan Eropa.
Belum ada rincian spesifik mengenai proyek koridor ini yang dipublikasikan oleh kedua negara. Namun, laporan dari media Israel menyebutkan bahwa rute yang direncanakan akan menghubungkan negara-negara Arab ke Eropa via Suriah dan Yordania, sebelum memasuki Turki. Melalui rute ini, perjalanan perdagangan dibayangkan dapat melewati wilayah yang diduduki Israel dan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur Israel, terutama pelabuhan Haifa.
Inisiatif ini dinilai dapat menjadi pesaing bagi Koridor Ekonomi India-Timur Tengah-Eropa (IMEC), yang merupakan proyek perdagangan penting yang didukung oleh Israel, AS, India, dan sejumlah negara Arab lainnya. Kekhawatiran ini hadir di tengah upaya untuk meningkatkan hubungan antara Turki dan Arab Saudi, yang sebelumnya mengalami ketegangan diplomatik.
Dengan peningkatan kerja sama ini, baik Ankara maupun Riyadh berharap untuk memperkuat posisi mereka dalam peta perdagangan internasional. Melihat potensi yang ada, para pengamat politik menilai bahwa langkah ini juga dapat mengubah dinamika geostrategis di kawasan tersebut. Sehingga, kehadiran koridor dagang ini jelas menjadi perhatian utama bagi para pemangku kepentingan di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/koridor-dagang-ankara-dan-riyadh-buat-israel-ketarketir-ini-3-pemicunya-wpf.jpg)