Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (29/10) dengan angka penurunan mencapai 151,13 poin atau 2,86 persen, sehingga berada di posisi 5.131,18. Penurunan ini dipicu oleh sikap investor yang lebih memilih untuk mengurangi eksposur ke aset berisiko, yang dikenal dengan istilah “risk off”.
Pengamat pasar modal, Elandry Pratama, menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor sentimen global dan domestik. Arus keluar dana asing (capital outflow) serta kekhawatiran akan prospek pasar modal Indonesia juga berkontribusi memperbesar tekanan jual di pasar saham. Elandry menambahkan bahwa investor global cenderung lebih selektif dalam menentukan alokasi dana mereka, terutama terhadap pasar emergent.
Selain itu, Elandry mengungkapkan potensi sikap “wait and see” yang diambil oleh investor domestik, sementara beberapa investor masih mencari peluang akumulasi pada saham dengan fundamental yang kuat. Sektor yang paling membebani IHSG adalah sektor keuangan, terutama saham-saham perbankan besar, serta sektor energi dan infrastruktur yang mengalami tekanan jual.
Ia juga memperingatkan bahwa pergerakan IHSG dapat terus berfluktuasi dalam jangka pendek hingga menengah dan sangat sensitif terhadap perkembangan sentimen global serta arus dana asing. Untuk memastikan pemulihan berkelanjutan, perlu ada stabilisasi arus modal dan perbaikan kepercayaan investor. Elandry merekomendasikan agar investor tetap disiplin dalam mengelola risiko dan memilih saham yang memiliki fundamental kuat dengan valuasi yang wajar. Data menunjukkan frekuensi perdagangan mencapai 962 ribu transaksi dengan total nilai saham mencapai Rp7,10 triliun, di mana 94 saham naik, 648 saham turun, dan 221 saham tidak berubah.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/ihsg-dibuka-menguat-2888809.jpg)